MUI Sulteng Cetak Jurnalis Muda Lewat Pelatihan Pemberitaan Digital
Sigi, MUI Sulteng – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Coaching Clinic Manajemen Pemberitaan Media Online bagi mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam (FDKI) UIN Datokarama Palu di Kantor MUI Sulteng, Islamic Center, Kabupaten Sigi, Sabtu (9/8/2025).
Kegiatan ini menghadirkan Ketua Komisi Infokom MUI Sulteng, Mohammad Nur Ahsan, sebagai pemateri utama. Dengan pengalaman panjang di bidang komunikasi dan jurnalistik, ia membimbing peserta memahami teknik menulis berita yang efektif, menyunting naskah agar sesuai dengan kaidah bahasa dan gaya selingkung, serta strategi memaksimalkan media online sebagai sarana dakwah digital. Ia juga menekankan pentingnya verifikasi fakta sebelum publikasi, agar setiap pemberitaan yang dihasilkan memiliki bobot informasi yang tinggi sekaligus menjaga kredibilitas lembaga.
Salah satu pengurus harian MUI Sulteng, Ustadz Mokh. Ulil Hidayat, mengatakan, kegiatan ini digelar karena media digital kini menjadi sarana strategis dalam menyampaikan pesan, kebijakan, dan program MUI secara cepat, luas, dan efektif.
“Media online MUI bukan hanya sekadar sarana publikasi, tetapi juga menjadi wajah organisasi di ranah publik. Karena itu, dibutuhkan pemahaman yang baik tentang manajemen pemberitaan, termasuk gaya selingkung dan etika, agar setiap informasi memiliki nilai edukatif, mencerahkan, dan menumbuhkan kepercayaan publik,” ujarnya.
Ia juga menuturkan, keterlibatan mahasiswa PPL dalam program ini dilandasi keyakinan bahwa mereka memiliki semangat, kreativitas, dan kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi digital.
“Keterlibatan mahasiswa dalam proses produksi dan penerbitan berita bertujuan memberi mereka pengalaman nyata di lapangan. Mereka tidak hanya memahami teori komunikasi dan jurnalistik di bangku kuliah, tetapi juga merasakan langsung prosesnya di dunia kerja. Selain itu, MUI mendapatkan energi segar dan ide kreatif yang bisa memperkaya konten pemberitaan,” jelasnya.
Lebih lanjut ia berharap, setelah mengikuti kegiatan ini, mahasiswa PPL memiliki keterampilan praktis dalam manajemen pemberitaan yang selaras dengan kaidah jurnalistik dan prinsip dakwah yang santun, objektif, dan mencerahkan.
“Kami ingin mereka mampu menghasilkan berita yang informatif, berimbang, dan membangun citra positif MUI di mata masyarakat. Bagi MUI, kegiatan ini diharapkan memperkuat tim media internal sehingga pemberitaan yang disampaikan selalu konsisten, kredibel, dan bermanfaat bagi umat,” pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan diskusi interaktif, memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam teknik penulisan, penyuntingan, dan strategi publikasi yang efektif di era digital.
(Penulis: Haikal, Ilyansyah, Faruk, Fajri, dan Isran)






